Portal perkenalan resmi cagar budaya Istana Gunung Sahilan, kearifan adat istiadat, statistik wilayah, serta potensi utama desa.
Desa Sahilan Darussalam terletak di Kecamatan Gunung Sahilan, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Berjarak sekitar 70 Km dari ibu kota Pekanbaru, desa ini kaya akan sejarah kejayaan Kerajaan Gunung Sahilan, keasrian alam di sepanjang Sungai Kampar Kiri, serta tatanan masyarakat yang memegang teguh adat istiadat Melayu Riau dan nilai-nilai keislaman.
Pedoman pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Kepala Seksi (Kasi) dalam menyelenggarakan tata kelola dan pelayanan desa.
Tugas Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan Desa meliputi kewenangan dan tanggung jawab berikut:
Melakukan tindakan yang mengakibatkan pengeluaran atas beban anggaran belanja sesuai bidang tugasnya.
Melaksanakan anggaran kegiatan operasional sesuai dengan bidang tugasnya.
Mengendalikan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan bidang tugasnya.
Menyusun DPA (dokumen Pelaksanaan Anggaran), DPPA (dokumen Perubahan Pelaksanaan Anggaran), dan DPAL (dokumen Pelaksanaan Anggaran Lanjutan) sesuai bidang tugasnya.
Menandatangani perjanjian kerja sama dengan penyedia atas pengadaan barang/jasa untuk kegiatan yang berada dalam bidang tugasnya.
Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan sesuai bidang tugasnya untuk pertanggungjawaban pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).
Selain tugas umum, Kasi Kesejahteraan dan Pelayanan Desa juga bertugas sebagai berikut:
Melakukan tindakan yang mengakibatkan pengeluaran atas beban anggaran belanja sesuai bidang tugasnya.
Melaksanakan anggaran kegiatan bidang Kesejahteraan dan Pelayanan sesuai tugasnya.
Mengendalikan kegiatan pelaksanaan sosial dan kemasyarakatan sesuai bidang tugasnya.
Menyusun DPA (dokumen Pelaksanaan Anggaran), DPPA (dokumen Perubahan Pelaksanaan Anggaran), dan DPAL (dokumen Pelaksanaan Anggaran Lanjutan) sesuai bidang tugasnya.
Menandatangani perjanjian kerja sama dengan penyedia atas pengadaan barang/jasa untuk kegiatan yang berada dalam bidang tugasnya.
Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan sesuai bidang tugasnya untuk pertanggungjawaban pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).
Meriam Kecil (Lelo), Tombak, Pedang, Gong, Kendi, & Guci Kerajaan.
Naskah sejarah Arab-Melayu berbahasa Minangkabau lama karya Wazir Kerajaan.
Kompleks pemakaman Sultan dan keluarga Kerajaan berjarak ±100 meter dari Istana.
Istana Gunung Sahilan merupakan pusat peninggalan bersejarah yang berdiri kokoh di Dusun Koto Dalam, Desa Sahilan Darussalam. Kerajaan ini diperkirakan berdiri sejak abad ke-16 hingga 17 Masehi. Pada mulanya kawasan perkampungan ini bernama Gunung Ibul sebelum akhirnya berkembang menjadi Kerajaan Gunung Sahilan.
Raja pertamanya adalah Raja Mangiang (dikenal sebagai Raja Muda), putra dari Raja Pagaruyung. Kerajaan ini kemudian berdiri sebagai Kerajaan Berdaulat yang memiliki sistem hukum adat dipengaruhi ajaran Islam, serta diperintah oleh 12 Raja. Raja terakhir yang dinobatkan pada 22 Januari 2017 adalah Raja Yang Dipertuan Agung H.T.M Nizar.
Bentuk arsitektur Istana mengusung gaya rumah panggung kayu khas Melayu Riau dengan atap berbentuk limas, ventilasi berhias ukiran kaligrafi indah, serta perpaduan warna istana tradisional khas Melayu (Kuning Emas dan Hijau Tua).
Kepemimpinan Kerajaan Gunung Sahilan dari masa ke masa:
Setiap tahun menyambut bulan suci Ramadan, seluruh rakyat dan perwakilan ninik mamak cerdik pandai Kenegerian Gunung Sahilan menyelenggarakan tradisi pembersihan diri secara massal di sepanjang Sungai Kampar.
Berkumpul di Istana: Warga & Ninik Mamak berkumpul di Istana Kerajaan Koto Dalam untuk silaturahmi & bermaaf-maafan.
Pawai & Alat Musik: Berarak menuju Sungai Kampar diiringi musik tradisional Rebana & Gendang Gong.
Mandi Balimau: Disambut nyanyian khas Gunung Sahilan dan ritual pembersihan diri yang dipimpin Ninik Mamak.
Gun adalah arena bersejarah di mana masyarakat Gunung Sahilan merayakan hari kemenangan Idul Fitri setiap tahunnya dengan penuh sukacita dan kebersamaan.
Sebelum berarak ke Gun, masing-masing suku berkumpul di Rumah Sompu untuk bermaaf-maafan dengan ninik mamak, membahas tanah soko, perincian uang soko, serta mempererat silaturahmi perantau.
Penjemputan Ninik Mamak: Ninik mamak perwakilan suku dijemput secara berurutan antar Rumah Sompu sebelum berarak ke Gun.
Tepung Tawar & Pita Raja: Rombongan disambut Tepung Tawar dan pengguntingan pita oleh keturunan Raja Gunung Sahilan.
Maiduin Lelo & Silat: Pembukaan diawali pemicuan meriam (Maiduin Lelo), Tari Persembahan, Atraksi Silat Tradisional, dan ditutup dengan dentuman Lelo kembali.
Cagar Budaya
Cagar budaya bersejarah utama yang terletak di Dusun Koto Dalam, simbol kejayaan dan warisan arsitektur Melayu Riau.
Pertanian & Komoditas
Sektor perkebunan kelapa sawit rakyat yang menjadi penopang utama perekonomian masyarakat Desa Sahilan Darussalam.
Wisata Alam & Adat
Kawasan perairan alam asri tempat dilaksanakannya tradisi tahunan Mandi Balimau Bakasai dan potensi daya tarik wisata sungai.
Dusun Koto Dalam, Desa Sahilan Darussalam, Kecamatan Gunung Sahilan, Kabupaten Kampar, Riau 28471
Senin - Kamis : 08.00 - 15.30 WIB
Jumat : 08.00 - 11.30 WIB
+62 822-8759-9021 (Sekretaris Desa)